Halaman

Selasa, 18 September 2012

MATERI BP KLS VIII/2.



2.1.1. Pengertian Setia.

Istilah setia dapat  diartikan  sebagai sikap  untuk menepati janji untuk membantu orang lain  dan berusaha menghindari sikap ingkar janji.
Dapat pula pengertian kesetiaan dapat di identifikasi seperti berikut.
Ø      Menepati janji untuk mendukung kegiatan  masyarakat di sekitar kita.
Ø      Tidak ingkar janji terhadap   sesuatu yang telah diucapkan.
Ø      Berpegang teguh terhadap pendirian  yang sudah teruji kebenarannya.
Ø      Melaksanakan apa yang telah menjadi  tugas da kewajiban.

2.1.2. Jenis Jenis Kesetiaan.
            Dalam praktek kehidupan  atau sikap hidup manusia dalam bersosialisasi atau beriteraksi dengan  masyarakat , bahwa  kesetian itu  bersumber pada lima hal .
1)      Satya Hredaya./ Diri sendiri.
Satya Hredaya artinya setia dengan kata hati sendiri. Maksudnya bahwa  manusia itu cendrung  dikendalikan oleh rasa emosi yang berlebihan. Sehingga  sikap dan tingkah laku cendrung  berbeda dengan hati nurani, dengan sikap yang dikendalikan oleh rasa emosi  menunjukan    kurangnya pengendalian, sehingga  apa yang terjadi adalah ketidak konsistenan antara  harapan dengan perbuatan yang muncul.Seperti misalnya manusia pada umumnya adalah baik,  mereka tahu mana yang baik mana yang buruk, mereka bisa membedakan mana yang boleh dikerjakan atau dilakukan mana yang tidak. Semua itu menjadi panutan dalam diri, tetapi rasa panutan itu sering  kali menjadi pertentangan  antara  rasa  dengan keinginan/ nafsu. Sehingga munculan perilaku yang tidak konsisten dengan rasa , hal yang demikian  adalah bertentangan dengan  Satya Hrdaya.
2)      Satya Mitra / Teman.
Satya artinya jujur, dan mitra artinya teman / sahabat. Satya mitra berarti  sikap jujur yang ditunjukan terhadap teman. Kejujuran ini perlu ditanamkan  , kepada diri sendiri maupun kepada teman / orang lain . Karena dengan kejujuran ini , bahwa kita dapat merasakan  betapa nikmatnya  kedamaian, ketenangan,  itu semua berawal dari sikap jujur yang  di kembangkan. Tidak ada orang yang menyangsikan dan meragukan  tentang manfaat kejujuran ini, Jujur dengan teman  adalah menanamkan  kepercayaan  pada orang lain. Karena nilai sebuah teman dalam hidup ini  sangatlah besar,  Dengan teman  orang bisa  bahagya atau sebaliknya. Tumbuhkanlah nilai sikap  yang mencerminkan  kejujuran dan kepercayaan dengan teman.  Tidak ada yang lebih indah dari kita punya teman. Hidup menderita karena tidak punya teman.Kemana pun dan dimanapu  kita perlu menananamkan nilai kejujuran dengan teman.   
3)      Satya Wacana./ Kata kata.
Satya artinya  jujur dan wacana artinya kata kata. Jadiu satya wacana berarti sikap jujur yang  dikeluarkan atau muncul dari kata kata.,
Kata  adalah  sebagai media atau alat untuk menyampaikan sesuatu kepada orang lain.  Tanpa kata  mungkin lebih sulit kalau  menyampaikan sebuah keinginan. Oleh karena itu  pegang teguhlah  kata kata itu, agar supaya tidak karenanya  kita menjadi menderita. Demikian  besar manfaat kata kata itu dalam hidup manusia, namun demikian  besar pula  godaan . Tidak sedikit orang menemukan  kesusahan atau penderitaan  karena sebuah kata.Oleh karena itu sangatlah besar  manfaat dan pengaruh sebuah kata dalam  hidup ini. Ada yang mengatakan bahwa dengan kata – kata orang menemukan kebahagyaan. Dengan kata kata orang bisa menderita, Dengan kata kata pula orang bisa menemui ajal. Kalau demikian   besar pula  pengaruh dan manfaat kata- kata  itu. Dan pergunakanlah  kata itu  untuk menarik simpati pada orang lain.   
4)      Satya Laksana / Perbuatan.
Satya artinya jujur, dan laksana berarti perbuatan. Jadi satya laksana berari jujur terhadap perbuatan. Perbuatan atau berbuat adalah bagian dari   aktifitas hidup keseharian. Tidak ada orang yang tanpa berbuat , semua beraktifitas  untukmemenuhi kewajiban  hidup sehari hari. Namun  demikian  perbuatan itu  selalu  berujung pada dua sisi, ada yang baik ada yang buruk. Perbuatan yang baik inilah yang disebut dengan satya laksana.  Karena sesuai dengan nilai nilai  yang digariskan atau diamanatkan oleh sastra agama.
5)      Satya Semaya / Janji.
Satya berarti jujur dan semaya bearti janji. Jadi satya semaya berarti  taat /jujur  dengan janji yang telah kita ucapkan

2.1.3. Menyimak Ceritera tentang kesetiaan.
 Sebuah pesan yang disampaikan kepada umat manusia, untuk bias memilah mana yang baik mana yang buruk.  Lewat ceritera berikut.
1.BURUNG ANGSA YANG SETIA KAWAN
            Disebuah telaga , hiduplan dua ekor kura kura jantan dan betina. Merekan berdua hidup sangat rukun dan bahagya.  Ditelaga itu mereka mendapat cukup makanan . selain dua ekor kura kura , sepasang burung angsa  jantan dan betina. Mereka berempat besahabat dengan rukun . Mereka saling tolong menolong  satu dengan lainnya.  Mereka sama sama menikmati kebahagyaan di telaga itu.
Pada suatu hari , tibalah musim kemarau panjang. Air telaga tempat mereka tinggal  semakin hari semakin surut. Burung angsa bermaksud  meninggalkan telaga itu menuju tempat yang lebih baik,  yaitu sebuah telaga yang  airnya dalam dan tidak pernah surut. Angsa jantan berkata pada sahabatnya , kura kura.
            Sahabatku ‘Kura-kura” kami akan meninggalkanMu  pergi dari sini  menuju tempat yang lebih baik. Karena air telaga ini semakin surut. Kami takut jika air telaga ini  habis kami tidak bias hidup lagi. Sebab kami tidak bias hidup tanpa air.  demikian kata burung angsa jantan . Kura kura sangat terkejut dan sangat sedih mendengar . Kemudian mereka memohon kepada burung angsa  agar  mengajaknya ikut pergi  dari telaga ini ke telaga yang  yang akan mereka tempati.
            ‘Oh sahabatku burung angsa “. Kami memohon kepadamu tolonglah kami. Ajaklah kami pergi dari sini , kalau kalian meninggalkan kami disini  tentu kami akan mati kelaparan. Demikianlah kata kata si kura kura sedih. Burung angsa merasa tersentuh  hatinya,  mendengar kata permohonan sahabatnya . Burung angsa jantan berkata kepada  angsa betina, kita harus menolong mereka , karena mereka adalah teman baik kita. Kasihan!. Mereka akan mati kelaparan disini. Bagaimanapun juga  keadaannya baik suka maupun duka  , kita harus menolongnya.
Berkat pertolongan sahabatnya itu, kura kura dapat hidup bahagya kembali . Demikian seharusnya sahabat sejati  harus mau bersahabat dalam keadaan suka maupun duka . karena teman adalah segalanya  dalam hidup ini. Pepatah mengatakan tanpa  teman kita tidak  bisa apa apa.

2. KESETIAAN SEORANG ISTRI TERHADAP SUAMINYA.
Di sebuah desa  hidup sepasang suami istri yang mempunyai  anak perempuan yang bernama Sari. Ibunya bernama Ayuk. Dan ayahnya bernama Agus. Mereka hidup sanghat miskin. Walaupun hidup miskin  mereka sangat bahagya, Biasanyha mereka melakukan persembahyangan  sesuai dengan waktunya , karena merka taat pada ajaran agama , merka juga selalu mentaati  aturan aturan yang berlaku di desa itu. Agus bekerja sebagai sopir angkot, dan Ayuk menjadi pembantu di rumahnya Luky. Luky adalah  lelaki yang kaya raya , derajatnya tinggi  tetapi sombong, dan ia menganggap semuanya bias dibeli dengan uang.
            Suatu hari agus mengalami kecelakaan, sehingga nyawanya tidak dapat diselamatkan. Saat agus dimakamkan  Ayuk berjanji kepada sari  bahwa ia akan menjaganya  dan tidak akan menghianati cintanya  agus, ayahnya Sari.
            Karena sedih ditinggal  oleh ayahnya, Sari menjadi tidak nafsu makan  sehingga ia jatuh sakit. Hari demi hari telah berlalu  dan penyakit sari semakin parah , Ibunya bingung harus bagaimana  karena ia tidak mempunyai uang  untuk memawanya kerumah sakit.  Karena gaji yang didapatkan Ayuk hanya cukup untuk dimakan  sehari hari. Ayuk takut meminta bantuan kepada Luky majikannya. Namun demikian penyakit sari semakin lama semakin parah. Dan ahirnya Ayukpun memberanikan diri untuk meminjam uang kepada majikannya . Tetapi luky tetap tidak meberikannya. Kemudian ayuk dengan sedikit memaksa untuk meminta bantuan pada luky. Ahirnya Luky pun memberikannya dengan catatan  ayuk harus mau menjadi istrinya dan menitipkan sari di panti asuhan. Ayuk tidak setuju, karena ia telah berjaji  bahwa ia akan menjaga sari  dan tidak akan menghianati suaminya walau telah tiada.
            Setelah mendengan pernyataan tersebut , Ayuk langsung pergi tanpa permisi dan  berhenti bekerja di sana. Ayuk sedih, Ia selalu berdoa kepada Tuhan  agar diberi kekuatan  untuk menghadapi godaan yang ditimpakan kepadanya . Tuhan selalu mendengar doa Ayuk karena ayuk sangat taat kepada ajaran agama  ahirnya permintaannya dikabulkannya. Tuhan memberikan sebuah keajaiban kepada keluarga mereka, yaitu Sari sembuh  tanpa diobati, dan ibunya bermimpi  , bahwa ia disuruh menggali tanah  dibelakang rumahnya  Sedalam satu meter.
            Keesokan harinya , Ia melakukannya seperti yang di amanatkan dalam mimpi. Ternyata ayuk menemukan sebuah kotak  yang didalamnya terdapat  berbagai macam perhiasan  yang terbuat dari emas.  Ayuk dan sari menjual sebagian perhiasan itu,  dan digunakan uangnya untuk membuat rumah dan sedikit disumbangkan  kepada fakir miskin. Ayuk dan sari menjadi orang yang kaya di desa tersebut .; Luky sekarang menjadi miskin karena kesombongannya .

1.1.4. Membuat ceritera yang mengandung nilai kesetiaan.
          TUGAS
                      Buatlah ceritera yang  mencerminkan  kesetian.



2.2.1. Sikap Saling Menghormati.
                        Sebagai anak yang berbudi pekerti  yang baik, akan saling hormat menghormati  antara sesame teman , sesame keluarga,  atau sesame bangsa. Ada peribahasa yang mengatakan  jika kita ingin dihormati  oleh orang lain,  maka kita harus menghormati orang lain. Manusia   hanya akan  menemukan  kebahagyaan dan kesejahtraan  social  akat tercapai  apa bila terselenggara  keselarasan  , keseimbangan dan  keserasian hidup  bermasyarakat. Masing masing anggota masyarakat  menyadari hak dan kewajib annya , hormat menghormati dan bekerja sama  dalam segala hal  yang bersangkut paut dengan  kebutuhan dan kepentingan hidup bersama.
            Segala sikap, perbuatan , tingkah laku terta tutur kata  harus kita jaga  untuik tidak menyinggung dan menyakiti  dan melukai perasaan anggota masyarakat  lain. Betapa sakit dan luka hati orang , apa bila menerima perlakuan  yang kurang adil, kata kata penghinaan, cemohan, makian, umpatan dan sikap menrendahkan lainnya . Makian tersebut akan dapat merenggangkan  tali persaudaraan,  bahkan bentuk persahabatan  dan kesetia kawanan social  akan berubah menjadi permusuhan . Suasana yang tenang dan damai  berubah menjadi panas , penuh dengan dendam, kedengkian dan  curiga mencurigai.
            Oleh karena itu , dalam hidup bersama  kita tidak boleh berpoya poya , berpesta pora , mendemontrasikan kemewahan dan kekayaan di tengah tengah masyarakat . Sikap demikian dapat  menyinggung perasaan orang lain  dan mnimbulkan sakit hati.
            Kita juga tidak dapat membiarkan  keluarga kita bergembira , sementara tetangga kita mengalamii suatu musibah , saat demikian  semesstinya  mengajak seluruh anggota keluarga  melayat dan ikut berduka cita . Saat teman kiya melakukan atau memperingati hari besarnya atau hari sucinya, kita juga wajib untuk membiarkan mereka melakukan  kegiatan sesuai dengan  ajaran agamanya dan kita tidak boleh mengganggunya  .

            2.2.2. Hormat Kepada Guru di Sekolah.
            Guru kita sangat besar jasa dan perannya dalam pembentukan watak , kepribadian kita. Mereka dengan susah payah mendidik , mengajar dan  nasehat nasehat yang berfaedah . Kesemuanya itu  karena guru kita sangat menyayangi  seperti halnya ayah dan ibu. Guru kita berharap  agar kita menjadi orang yang berpendidikan  dan berguna  bagi diri sendiri  , masyarakat, bangsa dan Negara.
            Oleh karena itu hargailah guru  seperti kita menghargai  kedua orang tua. Kalau duduk dihadapannya , duduklah dengan sopan  dan kalau berbicara dengannya , berbicaralah dengan sopan pula. Apabila guru sedang bicara  janganlah kita putuskan  pembicaraannya.
            Apabila kita ingin disenangi oleh guru , penuhilah kewajiban kewajiban , antara lain;  biasakan hadir setiap hari  pada waktu yang telah ditentukan. Jangan suka alpa atau dating terlambat , kecuali ada halangan atau keperluan penting. Cepat cepatlah masuk kelas kembali  waktu istirsahat telah berakhir, . Perhatikanlah pelajaran yang diterangkan  guru dengan  baik .
            Patuhilah perintah perintah guru  dengan rasa iklas  yang tumbuh dari lubuk hati , bukan karena takut dimarahi, dan jangan merasa sakit hati  bila guru kita menasehati ,  Karena dengan menasehati dan mendidik itu  kita dapat melaksanakan kewajiban kewajiban  dengan baik. Apabila kita telah dewasa , baru akan terasa manfaatnya  dan kita akan berterima kasih pada guru atas pendidikan yang telah diberikannya itu.
            Dengan  menghormati dan menghargai guru , ilmu yang diberikan oleh guru  akan bermanfaat , berguna dan berfaedah  dalam kehidupan sehari hari. 
Ada beberapa cara menghormati guru, baik di dalam maupun diluar sekolah.
1)       Jika guru sedang mengajar , perhatikanlah apa yang diajarkannya.
2)       Jika guru bertanya  jawablah dengan baik dan benar.
3)       Jika guru memberi tugas , kerjakanlah tugas iitu dengan baik dan benar.
4)       Jika bertemu di jalan , berilah hormat dan salam.
5)      Jiika guru terlambat datang mengajar, belajarlah sendiri dengan tertib
6)       Dll.
Meningkatkan prestasi  sebagai muara dari  sikap kedisiplinan anak di sekolah. Karena sekolah  merupakan tempat berkumpulnya banyak orang  dengan berbagai kepentingan. Ada guru yang berkepentingan untuk mengajar dan mendidik siswa, ada siswa yang berkentingan untuk menuntut ilmu. Ada juga pegewai yang membantu  kelancaran tugas guru dan siswa . juga ada kepala sekolah  yang bertanggung jawab terhadap keseluruhan  pendidikan disekolah tersebut. Itulah sebabnya  siswa  memiliki kesadaran  untuk bisa menghormati seluruh komponen  sekolah. karena itu bagian dari  faktor yang menumbuhkan kenyamanan bagi siswa dalam menempuh pendidikan  dan meraih prestasi. Salah satu unsur yang menjadi harapan dari seluruh komponen sekolah adalah.

1. Hormat kepada guru dan Pegawai.

     Orang kedua  setelah orang tua adalah guru. Kita harus menghormati guru. Sebab gurulah yang mendidik kita. Guru mencurahkan seluruh waktu  dan tenaga  untuk mendidik kita. karena itu wajar dan harus  menghormati guru.Wujud penghormatan kita terhadap guru adalah bermacam macam. Misalnya mematuhi nasehat guru, mengerjakan  tugas yang diberikan guru, dan berusaha menyenangkan hati guru.
Disekolah guru selalu memberikan nasehat untuk hal yang baik, seperti; Siswa harus rajin belajar, Siswa harus disiplin , hormat kepada orang tua, menghormati waktu, tidak minum minuman keras, tidak merokok dan sebagainya. Tugas guru yang mulia ini ibarat lilin yaitu memberikan penerangan dengan mengorbankan dirinya  demi masa depan siswanya.

2. Mematuhi peraturan sekolah.
            Peraturan sekolaha lebih sistematis , bahkan diumumkan di setiap kelas. Didinding kelaspun  selalu terpampang  peraturan sekolah , Bagi yang melanggar peraturan sekolah  akan menanggung akibatnya.
Mematuhi peraturan sekolah merupakan  wujud perilaku siswa  yang berbudi pekerti . Oleh karena itu  tidak ada alasan  untuk melanggar aturan sekolah.  Peraturan sekolah sengaja dibuat , agar setiap bagian sekolah  memiliki hak dan kewajiban  yang seimbang. Peraturan sekolah bukan berarti  ingin memangkas  kebebasan para siswa , peraturan sekolah dibuat agar  pelaksanaan pendidikan disekolah  berjalan tertib dan teratur.
            Bagaimana jika suatu sekolah tidak ada  aturan atau tata tertib , Siswa bisa memakai baju seenaknya , tanpa bersepatu , datang kesekolah pukul sepuluh , pulang pukul sebelas. pak guru bermalas malasan , dan sebagainya. Jelas sekolah tidak akan mendidik siswa berdisiplin. Oleh karena itu peraturan sekolah  sebagai suatu tuntutan bagi siswa  untuk melakukan kegiatan yang positif.
            Berawal dari kedisiplinan inilah siswa  dapat merasakan  , bahwa sangat penting untuk mendisiplinkan diri ,Karena banyak prestasi yang diraih berawal dari sikap disiplin. 

2.2.3. Sikap Hormat Kepada Pemerintah .
            Peranan pemerintah  sebagai aparatur Negara  untuk memberikan kenyamanan  terhadap seluruh warga Negara adalah menjadi kewajiban  pemerintah .Tanggung jawab  dan kewajiban pemerintah  terhadap warganya  adalah menjadi prioritas , Dampak dari  kelalaean  aparatur negara  , berimplikasi terhadap kehidupan warganya. Baik dalam hidup yang berhubungan dengan ekonomi, politik, social, budaya  dan lain sebagainya. Untuk menjamin  ketertiban , keamanan, kesejahtraan dan kedamaian hidup warga, Maka aparatur Negara dalam menjalankan fungsi dan tugasnya  dinaungi  oleh aturan aturan, sehingga aparatur  pelaksana  dapat melakukan tugas dengan nyaman.
            Sebagai warga yang baik , harus tunduk  dengan aturan – aturan  , sehingga  pembangunan dapat terlaksana dengan baik. dan  kesejahtraan kehidupan  warga pun  dapat  terealisasi. Banyak jenis dan bidang  yang menjadi garapan pemerintah, untuk melayani dan memenenuhi hak warga Negara, sehingga pemerintan dengan jajarannya dalam melakkukan  tugas  dinaungi  atau payungi oleh  aturan aturan  yang sifatnya mengikat, dengan mencantumkan hak dan kewajiban yang harus di taati , oleh setiap warga Negara.
            Salah satu contoh  yang mencerminkan sikap hormat dan menjadi  warga Negara yang baik, adalah memiliki  identitas diri , berupa kartu pengenal diri ( KTP ), Rajin dalam Membayar pajak, dan dapat mentaati aturan aturan yang lainnya., Demi untuk mensukseskan pembangunan         

2.2.4. Hormat Kepada Sesama.
            Dalam hidup ini kita tidak bisa melepaskan diri dari ikatan hidup bersama dengan  orang yang berada di sekitar kita. Hubungan itu  semata sebagai bagian  dari kodrat kita bahwa kita sebagai maluk social , karena itu kita tidak dapat hidup dengan sempurna , dengan baik atau nyaman tanpa kehadiran  mereka. Itulah sebabnya  janganlan menjauhkan diri dari pergaulan dengan orang yang berada disekitar kita.  Karena dengan kehadiran mereka kita   dapat meringankan  beban hidup , Oleh karena itu  siapa yang ada di sekitar kita  adalah  bagian orang yang haruskita  dihormati, seperti halnya kita menghormati diri sendiri. Dia harus diperlakukan  dengan baik , yaitu dihormati  dan dihargai. Apakan dia masih muda, ataupun orang dewasa.  Untuk menjaga kenyamanan hidup dalam lingkungan  social  haruslah mampu menunjukan sikap mencerminkan rasa hormat seperti; sikap menghindarkan diri dari  sikap menghina dan meremehkan orang lain, dan tidak suka menceriterakan kejelekan orang lain. Melakukan sikap yang bertentangan dengan  nilai esensial budi pekerti , berarti keretakan  kita dengan lingkungan pergaulan dengan orang disekitar kita akan semakin dekat untuk suatu kehancuran. Jaga dan lakukanlah atau tunjukan sikap  yang baik, yaitu  sayang antar sesame dalam lingkungan, suka menolong dan menghindari rasa permusuhan. Jangan merasa ego, dan tujukkanlah sikap  lapang dada, seperti; menerima perbedaan, tidak mau menang sendiri,  dengan kesatria berani mengakui kesalahan  dan mau memaafkan . Kelembutan sikap  juga bagian dari sikap kita untuk menghormati sesame , seperti sikap ramah, sopan dan santun dan bersikap jujur terhadap diri sendiri. Dan jadilaah orang pemaaf, yaitu memaafkan kesalahan orang lain yang pernah dilakukan terhadap diri kita, menghindari sikap dendam  dan tidak mencari kesalah  orang lain.
Karena kita adalah bagian dari anggota masyarakat , maka kita harus dapat mengembangkan sikap atau rasa memiliki  terhadap kelangungan  keamanan dan stabilitas lingkungan, seperti harus mampu menjaga kebersihan lingkungan, turut serta menjaga keindahan lingkungan, tidak jorok dan tidak merusak pasilitas milik umum.
    
2.3.1.   Pengertian Tata Krama.
Dalam pengertian umum  tata krama  sebagai terjemahan dari  istilah ETIKET yang diartikan sebagai tata cara  atau tingkah laku yang baik. Tata krama mempunyai  arti yang penting  dalam kehidupan manusia pada umumnya. Tata krama atau etiket sebagai  bagian dari  budaya bangsa  yang tehur  dan bernilai tinggi, sebagai peradaban  bangsa yang luhur. Karena didalamnya terdapat  peraturan peraturan  untuk pergaulan sehari hari. Kegunaannya sudah tentu  untuk menghindarkan  pertengkaran pertengkaran dan  keadaan yang tidak menyenangkan. Bila ditinjau secara mendalam . Semua adat istiadat  atau segala macam peraturan peraturan  yang dianut oleh suatu bangsa  , mempunyai makna secara tersendiri  sendiri.  memperlihatkan ciri khasnya. Hampir setiap daerah mempunyai  perturan sendiri sendiri atau kebudayaan yang lain. Orang tidak dapat atau tidak perlu  lagi memberikan komentar  bahwa cara itu adalah salah dan cara inilah yang benar , masing masing mempunyai alas an  alasannya sendiri sendiri, seperti juga memberikan sesuatu  dengan tangan kiri, disini akan membuat orang tersinggung , tapi di negeri barat tidak menjadi persoalan.
Dikalangan orang tua , pada waktu mereka hendak makan  banyak yang saling mengucapkan : Selamat makan, Kalau anda mempunyai keadaan demikian   janganlah  mentertawakan . Walaupun kelihatannya janggal  dan dianggap kolot. Mungkin dirumah tidak demikian, karena kebiasan makan tinggal makan . Untuk orang yang tahu etiket  atau tata karma makan , sedikit ia harus berbasa basi  dengan mengajak orang yang ada disekitarnya  untuk makan bersama. Dengan demikian  kita akan memperoleh  ketenangan selama makan  
                                                       
2.3.2.Tata  krama dalam kegiatan keagamaan.
            Tata karma sebagai tradisi  yang diwariskan secara turun tumurun dan dilaksanakan secara terpadu  oleh  keluruh warga masyarakat yang dilaksanakan secara sepontan sebagai pemahaman hidup yang bersifat lisan. Hukuman tidak akan pernah dijatuhkan  kepada orang yang melanggar etika , hanya saja semua akan terasa janggal jika tetap dilakukan dan adanya dorongan harga diri  yang membuat kita merasa malu untuk melanggarnya. Misalnya etika yang ada hubungannya dengan kegiatan persembahyangan ,  seperti; Cara berpakaian, Etika berpakaian menurut adat dan tradisi  sudah dikenal sejak lama , semua agama mempunyai etika sebagai cirri khas yang menjadi  atau sebagai  norma yang ditaati sebagai bagian dari kewajiban.

            Dalam kegiatan keagamaan banyak jenis dan banyak tahapan yang harus dilakukan untuk  menyukseskan kegiatan tersebut  haruslah diatur sedemikian rupa, sehingga dapat memperlancar dalam proses  dan mencapai tujuan. Dalam agama hindu misalnya, kegiatan persembahyangan yang dilakukan dalam lingkungan sekolah , pada hari   tertentu ataupun kegiatan persembahyangan  setiap hari. Tergantung besar kecilnya  kegiatan tersebut. Banyak tahapan yang harus dilakukan, mulai dari tahapan persiapan sarana dan prasarana .
Yang lebih penting lagi setelah persiapan tersedia dan kegiatan persembahyanganpun dimulai. maka seluruh perhatian terpusatkan pada tujuan persembahyangan. Tidak adak anak yang kelihatan   lagi mondar mandir, atau bercengkrama , Semua duduk dengan tertib , dengan persiapan sarana persembahyangan tersedia dengan  lengkap .Kalau   pemahaman  tentang sembahyang sudah tersirat  dalam setiap umat, maka proses  dan tujuan dapat terlaksana dengan hikmat. Ketenangan dan kekhusukan  , bagian dari tujuan  dalam keheningan hati , sehingga persembahyangan dapat  membawa  kesan kedamaian .
           
2.3.3. Sopan Santun dalam Berbicara.           
            Alat komunikasi yang paling utama dalakm pergaulan adalah berbicara, Dengan berbicara kita dapat menyampaikan  keinginan , kehendak hati,  dan kebutuhan kita. Dan kita dapat pula mengetahui  keinginan dan kebutuhan  orang lain. . Pembicaraan bias mendatangkan  banyak teman dan disukai banyak orang. Tetapi sebaliknya dapat pula  mengakibatkan banyak musuh.  Dan dibenci norang lain. Bahkan pembicaraan bias juga  menimbulkan  peperangan dan kematian.
            Agama mengajarkan kepada kitga  agar selalu menjaga  lidah dan mulut  dalam berbicara, agar pembicaraan kita tidak berakibat merugikan diri sendiri , juga orang lain . Pembicaraan di atur dan dipikir terlebih dahulu sehingga dapat membawa manfaat.
            Seyogyanya  mulut dan lidah kita gunakan  untuk saling menasehati  akan kebenaran  dan kesabaran. Berbicara yang baik adalah  dengan sopan dan lemah lembut,  tidak ngotot yang bisa menyebabkan lawan bicara tersinggung. Hindari cara berbicara  yang bisa menimbulkan perselisihan . Pembicaraan yang seenaknya  dan tak bermanfaat  seringkali merusak hubungan  antar sahabat, saudara,  dan bahkan bisa  meretakkan  hubunga keluarga.  Agama  menuntun umatnya untuk tidak  berbicara yang tanpa guna , apalagi  yang ditujukan untuk  mengadu domba , fitnah, isu, gossip,  dan sebagainya.
                       
            Tata karma  atau etika dalam  pergulan  ,  Bukanlah soal apa yang boleh dikatakan atau tidak  boleh. Tetapi didalamnya mencakup suatu  yang berhubungan dengan kepribadian seseorang . Tidak sopanlah jika  berbicara kepada orang lain  tanpa melihat umur dan jabatan atau kedudukan  seseorang. Sebagai contoh dalam lingkungan pendidikan “  sekolah “ Apakah dia sebagai penjaga sekolah, tukang kebun, Penjaga sekolah, guru , ataupun kepala sekolah.  
            Berbicara dengan teman  yang sebaya harus berbeda dengan teman yang lenih tua, berbicara dengan orang lain  yang lebih tua. Terlebih lagi dengan orang yang mempunyai derajat yang lebih tinggi, semua itu harus kita  hormati dan bedakan. Walaupun kita diciptakan sama oleh tuhan . Tetapi oleh Tata karma, sebagai budaya yang bernilai tinggi  haruslah dibedakan  . Kalau semua bisa memahami dan melaksanakan , kedamaian , ketentraman , kerukunan  serta keharmonisan  akan terrcipta ,  

2.3.4. Etika dalam pergaulan.
            Sebagai anak yang berbudi pekerti , sudah barang tentu  dalam kehidupan sehari hari  akan disenangi dan disayangi  orang lain , karena telah terbiasa  seluruh gerak pikiran dan perilaku didasari atas etika atau tata karma yang luhur. Sehingga kemualiaan dan sanjungan dari orang lain datang dari berbagai penjuru., Ada beberapa hal yang menjadi prioritas dalam pergaulan adalah;
            1. Bergaul dengan orang yang lebih tua.
            Yang dimaksud dengan  orang yang lebih tua adalah  orang yang memang  telah berusia lebih dewasa dari diri kita. Kita harus dapat menempatkan  atau menunjukan sikap hormat pada mereka , sudah tentu karena jasa dan pengalamannya  lebih dewasa . Wajar kita tunjukkan sikap yang lebih hormat padanya. Kita dapat memperlakukan mereka seperti  memperlakukan orang tua, karena pengorbanan mereka sama tulusnya seperti orang tua dengan anaknya. Mereka sebenarnya tidak membutuhkan balasan atau imbalan atas  pengormaban yang mereka lakukan, karena semua itu dilaksanakan atau dilakukan  atas suatu keiklasan.   Namun demikian tidaklan pantas  kalau kita  melupakan  jasa mereka. Sekecil apapun bantuan yang pernah beliau berikan  , itu sama besar artinya  karena merupakan bagian dari pembentukan pribadi yang lebih dewasa. Itulah sebabnya janganlah membedakan  orang  lain karena  besar kecilnya jasa yang diberikan. Tunjukkanlah  sikap  / perilaku  yang  mencerminkan sikap hormat  pada orang dewasa.


            2. Bergaul dengan orang yang lebih muda.
            Dalam proses interaksi  tidak hanya orang yang lebih tua  atau orang yang sebaya  yang  menjadi perhatian kita. Tetapi orang yang lebih muda . Kita membutuhkan mereka  sebagai bagian dari generasi penerus untuk proses pembangunan.
Oleh karena itu, kita harus merendah  dan santun terhadap sesama, termasuk mereka yang lebih muda dari kita. Walaupn mita memiliki banyak kelebihan  dibandingkan dengan anak anak kita , kita tidak boleh bersikap sombong  dan congkak  terhadap mereka. Justru kita harus menghargai  dan memperhatikan kebutuhan  mereka serta membantunya  dengan penuh kasih sayang.
Dalam hal pergaulan  dengan orang yang lebih muda , termasuk juga dengan  yang  keberadaan perekonomian , pengetahuan dan pengalamannya  lebih lemah dibandingkan  dengan kita , juga anak yatim dan fakir miskin .Terhadap mereka wajib menyantuni  dan bersikap penuh kasih saying . Tidak berbuat dan berkata kasar terhadap mereka , tidak mengejek dengan janji janji kosong , tidak menghina keadaan dan sebagainya.
Apabila kita tidak bersikap hormat , sopan dan  merendah  terhadap orang yang lebih muda  dan orang yang keadaannya kurang   dibandingkan dengan kita , niscaya merekapun tidak akan hormat  dan menghargai kita.    
3. Bergaul dengan orang yang berbeda agama
Kita   juga diharuskan bergaul dengan orang yang berbeda agama  dengan kita. Pada dasarnya meraka adalah sama seperti kita , berasal dari sumber dan unsure yang sama , yang membedakan adalah  keyakinannya .
Kita hidup di tengah tengah orang banyak  yang berbeda sifat, perilaku  dan keinginan . Demikian juga kepercayaan dan keyakinannya. Namun mereka merupakan bagian dari  orang yang berada disekitar kita. Sehingga kitapun membutuhkan mereka  dalam urusan perniagaan,  dan urusan kemasyarakatan lainnya.  Kita tidak selayaknya membedakan  orang orang yang berbeda agama  dalam hal kemasyarakatan, Oleh karena itu kita harus tetap bergaul  dengan mereka sebagai sesame  manusia. Sebagai sesame anggota masyarakat.
Perbedaan  keyakinan  bukan penghalang bagi kehidupan  bermasyarakat, namun demikian dalam pergaulan  dengan mereka , kita hendaknya tetap berpegang  pada ajaran agama kita . jangan sampai terpengaruh oleh cara cara bergaul  menurut ajaran agama mereka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar